SELAMAT JALAN KH HASYIM MUZADI: Agamawan yang Negarawan.

KM TNC. (Catatan Damar Damhuji Dosen STKIP Taman Siswa Bima) Pak Kyai, kami doakan semoga Khusnul Khatimah dan mendapatkan tempat yang layak di SisiNYA. Amin.

Pak Kyai, engkau begitu termasyhur, engkau begitu mulia, engkau begitu cerdas, engkau begitu tawadhu, toleran, moderat dan Rahmatan bagi semua umat dan golongan. Engkau seorang tokoh besar yang diterima semua kelompok yang berbeda agama sekalipun. Tak habis kata2 untuk menggambarkan pancaran sosokmu yang begitu mencerahkan.

Beribu kebijaksanaan dan keteladanan yang engkau tinggalkan buat generasi. Namamu akan terus harum atas Amalan Zariahmu lewat jutaan generasi pewaris perjuanganmu yang Agung. Nasehat yang engkau sampaikan menjelang ajalmu begitu bermakna: "Wahai para sahabatku, keluargaku dan murid2 kU, teruslah berjuang dengan ilmu, materi dan tenaga yang kalian miliki. Hidupmu tak akan ada maknanya jika kalian berhenti berjuang dalam menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan umat.

Tugas manusia adalah berusaha, berjuang dan berdoa seikhlas mungkin; maka Allahlah yang akan menjamin sukses atau tidaknya usaha dan perjuangan tersebut. Dua pesantren besar yang saya bangun ini adalah buah dari hasil usaha dan perjuangan yang tak kenal lelah. Oleh karena itu, jangan pernah berkecil hati; teruslah belajar, teruslah menggagas, teruslah melahirkan konsep2 besar dan teruslah berbuat dalam hidupmu; maka Allahlah yang akan merealisasikan semua gagasan, konsep dan tindakan mu tersebut.

Pak Kyai, saya sangat terkesan dengan kepribadianmu yang low profile. Membaur dan bergaul dengan siapapun, mulai dari pejabat hingga rakyat jelata dan tak membedakan satu sama lain. Pak Kyai pernah ungkapkan, bahwa Semua masalah pasti ada solusinya, jika kita terus bermusyawarah dan mau mendengar masukan dari siapapun. Engkau besar tapi tak tampak besar, engkau ulama yang cerdas tapi tak pernah merasa paling benar. Super Pak Kyai.

Selamat jalan Kyai, engkau bukanlah dari kalangan bangsawan, bukan pula dari keturunan Kyai, ulama dan juga bukan dari keluarga terpandang secara materi. Engkau seperti kami kebanyakan yang lahir dari keluarga sederhana, yang menimba ilmu pada madrasah dan pondok pesantren. Karena keluhuran ilmu dan akhlakmu, engkau diangkat oleh Allah Derajatmu menjadi orang terpandang, memimpin ormas terbesar di negeri Ini dan dihormati di manapun... Pantaslah engkau menjadi tokoh agama yang Rahmatan lilaalamin; agamis sekaligus Nasionalis... () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru