Tadarus Quran di Pendopo Gubernur Sejak 20 Tahun Silam

Tradisi tadarussan di Pendopo Gubernuran NTB, sudah berlangsung cukup lama. Sebagaimana dijelaskan Ketua TP. PKK NTB Hj. Erika Zainul Majdi, tradisi ini sudah berlangsung sejak 20 tahun lalu dicetuskan oleh Ketua TP. PKK saat itu Ibu Gubernur Harun Arrasyid tahun 1998-2003. Sejak itu meski pergantian kepemimpinan di NTB sudah berjalan empat kali, namun tradisi ini tetap dibumikan hingga sekarang. Tradisi tadarrus ini terselenggara atas kerjasama antar berbagai organisasi wanita di NTB seperti TP. PKK, Badan Koordinasi Organisasi wanita (BKOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTB dan melibatkan puluhan Majelis Taklim se-Kota Mataram. 

Kegiatan Tadarrusan Majleis Tadarus Al- Qur’an ini berlangsung dari tanggal 29 Mei hingga  6 Juni  2017. Tadarus ini dilakukan  untuk mengisi dan memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan membaca, mendalami, mengkaji kandungan Al-Quran. Peserta tadarus ini berasal dari puluhan Majelis Taklim baik yang ada di kota Mataram bahkan di Kabupaten Lombok Barat. Majelis Tadarus Al-Quran Ramadan secara rutin digelar PKK, BKOW dan Dharma Wanita Provinsi NTB, dimulai pukul 8 pagi hingga selesai Zuhur. Tadarus diikuti para anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dipimpin ketua tim penggerak Erica Zainul Majdi, Badan Kontak Organisasi Wanita yang dipimpin Syamsiah Muhammad Amin dan Dharma Wanita yang dipimpin Ny. Rimbun Rosyadi Sayuti. “Kita ingin tuntaskan dalam 10 hari yang kita jadwalkan bisa khatam sampai 30 juz dengan rata-rata perharinya bisa kita selesaikan tiga juz,” kata Ketua TP. PKK NTB, Hj. Erika Zainul Majdi

Dari segi manfaat menurut Hj. Erika sangat luar biasa terutama dalam membangun silaturrahmi, merekatkan persatuan dan ukuwah islamiyah antara sesama muslimah di NTB ini. Kedua dengan membaca ayat-ayat Alquran merupakan penyejuk hati yang bisa diaplikasikan dalam wujud kehidupan sehari-hari berupa nikmat kesehatan yang sangat berharga diberikan Alloh SWT. “Dengan mengaji dan tetap menjaga sholat lima waktu tidak saja di pendopo dan pada saat tertentu, namun tradisi iniini diharapkan bisa diteruskan di rumah bersama anak-anak, keluarga, bahkan tetangga dan lingkungan sekitar kita setiap hari dan jangan sampai lepas dengan membaca Al-Quran,” kata Erika.

Erika bahkan mengajak dan membuka kesempatan bagi sebanyak banyak muslimat untuk beramai-ramai bertadarus. "Silahkan, bagi organisasi perempuan dan majelis ta'lim, agar mengajak seluruh anggotanya untuk kita bersama- sama bertadarus disini hingga sepuluh hari ke depan," ujarnya. (Wardi) -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru