Bangunan Rumah Layak Huni Di Lobar Harus Diawasi

Pembangunan Rumah Layak Huni dari sumber bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah mencapai  angka 55 persen di Kabupaten Lombok Barat (Kab.Lobar) harus terus diawasi pelaksanaannya. Demikian diungkapkan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid ketika menyerahkan Buku Rekening RTLH di Bencingah baru-baru ini di Gerung. “Instansi terkait bersama masyarakat harus  langsung melihat pengerjaannya, jangan hanya melihat dari Kantor saja,” tegas Fauzan.

Total Penerima bantuan RTLH di Kab Lobar sebanyak 1.225 org Penerima bantuan. Jumlah dana bersumber dari
APBN sebesar Rp. 5.550 Milyar dengan jumlah  penerima 370 unit. APBD I sebesar Rp. 4 milyar dengan total penerima sebanyak 160 unit, dimana masing – masing mendapat Rp 20 Juta.

DAK Reguler/APBD sebesar Rp. 7.906 Milyar dengan total penerima 527 unit, dimana masing – masing menerima Rp15 Juta yang diperuntukkan untuk rehab rumah. Bangunan baru yang bersumber dari DAK AFIRMASI/ APBD sebesar Rp. 5.040 Milyar dengan  total penerimaan 168 unit. ” Jangan bantuan ini di gunakan untuk keperluan konsumtif,” pesan Fauzan kepada masyarakat penerima.

Terpisah  Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman H. Lalu Winengan  mengatakan, dana hibah sosial layak huni dimaksudkan untuk pengentasan kemiskinan. Masyarakat yang menerima ini sudah terdata. Di harapkan di tahun 2018 jumlah penerima akan bertambah.

Sementara itu penerima bantuan Sahaeri mengungkapkan perasaan gembiranya. ” Alhamdulillah, terima kasih kami diberikan bantuan. Pengerjaan bangunan rumah saya tinggal atapnya saja,” ungkap lelaki asal Dusun Ranjok Timur Desa Mekar Sari Kecamatan Gunung Sari. Proses Pengerjaan Rumah Layak Huni sendiri dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat. (budi/wardi) 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru