Tupoksi KUA Yang Harus Dijalankan

Sumbawa INMAS,_Pembinaan Bidang Bimas Islam dan Pembimbing Syariah di Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Pulau Sumbawa kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penghulu dan Penyuluh, termasuk Tindak Lanjut Temu Konsultasi Penanganan dan Identifikasi Aliran / Paham Keagamaan Bermasalah yang dilaksanakan Pembimbing Syariah bahwa dalam hari kedua dari jadwal yang sudah ditetapkan, saat ini (Selasa, 14-11-2017) dilaksanakan di Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H. Sukri dalam kata-kata selamat datangnya menyampaikan ucapan selamat datang Bersama rombongan dan ucapan terima kasih kepada kepada Tim Pembinaan, “Selamat dating di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa dan mohon maaf atas penerimaan kami yang penuh dengan kekurangan ini” ucap H. Sukri saat menyampaikan kata-kata penerimaan kepada Tim Pembinaan, “Kami, terutama Kepala KUA, Penghulu dan Penyuluh se Kabupaten Sumbawa sudah siap menerima arahan-arahan Pak Kabid Bimas Islam” tambah H. Sukri.

Selanjutnya Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Muhammad Amin menyampaikan bahwa tugas pokok Kepala KUA bukan saja pelayanan, pencatatan dan pengawasan nikah, namun masih ada 9 tusi yang harus dilaksanakan, tutur H. Muhammad Amin, “Kepala KUA bukan saja melaksanakan pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan rujuk saja, namun masih ada 8 lainnya sebagai tugas fungsi pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat Islam” tegas H. Muhammad Amin.

Sembilan tufoksi KUA yang dimaksud H. Muhammad Amin dalam pembinaannya sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 34 Tahun 2016 pasal 3 adalah : Pertama, pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan rujuk, kedua adalah penyusunan statistic layanan dan bimbingan masyarakat Islam, Ketiga adalah pengelolaan dokumentasi dan system informasi manajemen KUA Kecamatan, Keempat adalah pelayanan bimbingan keluarga sakinah, kelima adalah pelayanan bimbingan kemasjidan, keenam adalah pelayanan bimbingan hisab rukyat dan pembinaan Syariah, ketujuh adalah pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam, kedelapan adalah pelayanan bimbingan zakat dan wakaf, serta yang terahir (kesembilan) adalah pelayanan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KUA Kecamatan.

Jadi menurut H. Muhammad Amin adalah sebagian besar tugas Kementerian Agama dilaksanakan pada KUA Kecamatan, “Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, KUA Kecamatan dikoordinasikan oleh Kepala Seksi atau Penyelenggara yang membidangi Urusan Agama Islam di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Pembimbing Syariah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Khairi juga mengatakan bahwa kita sebagai pelayan masyarakat harus pandai-pandai menyesuaikan diri, “Mari kita Bersama-sama untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan untuk kita semua, karena Kementerian Agama banyak tugas yang diemban atau yang dibebankan kepada kita khususnya bagi ASN Kementerian Agama” ungkap H. Khairi.

Ditempat yang berbeda Admin Penais Provinsi Masdi juga mengadakan sosialisasi kepada 24 orang operator Kabupaten tentang  Sistim Informasi Penerangan Agama Islam terkait dengan Aplikasi E-PAI, “Perlu diperhatikan terutama dalam peng-update-an data penyuluh PNS dan Non PNS, dan yang kedua yaitu dalam penggunaan Aplikasi E-PAI sebagai laporan Penyuluh Non PNS yang berbasis android” tegas Masdi selaku Admin Penais Provinsi Nusa Tenggara Barat. Demikian juga Ida Suryati dari Pembimbing Syariah Kanwil Kemenag Provinsi NTB di ruang KUB Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa melaksanakan konsultasi terkait Tindak Lanjut Temu Konsultasi Penanganan dan Identifikasi Aliran / Paham Keagamaan Bermasalah. LA []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru