Kalibrasi Penting Untuk Keakuratan Arah Kiblat

Sumbawa Besar_Kalibrasi Arah Kiblat oleh Tim Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa di Masjid DAARUL IHSAN Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat disaksikan oleh Jamaad dan masyarakat lingkungan Masjid ,19/11/2017.


Aktivitas penentuan arah kiblat dengan menggunakan kecanggihan alat-alat modern, sebenarnya bukanlah hal yang baru. dalam Islam, penggunaan alat modern (kompas) untuk tujuan tersebut diperbolehkan karena memberikan hasil kesimpulan yang sama nilainya dengan ijtihad, yakni sama-sama menghasilkan kesimpulan Hal ini, diungkapkan ketua tim H.Suhardi,S.Pd Kasi Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa , menyinggung penggunaan kompas (bait al-ibrah) yang dinilai canggih dan modern sebagai sarana penunjuk arah kiblat.

Bahwa alat-alat semacam GPS, Theodolit dan Google Earth boleh dan sah dijadikan sebagai sarana bantu mencari arah kiblat," ujarnya, kemarin. Berawal dari latar belakang inilah Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Seksi Syariah ,merasa perlu untuk melakukan pengukuran atau kalibrasi arah kiblat.

Hal ini pun semata-mata sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap aspek peribadatan umat islam. H.Suhardi,S.Pd mengatakan, memahami dan menyadari bahwa cakrawala fiqih islam teramat luas. Diakuinya, banyak ijtihad-ijtihad fiqhiyah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, termasuk yang berhubungan dengan kiblat. "Oleh sebab itu, status data-data yang dihasilkan dari metode dan peralatan yang kami jadikan instrumen pengukuran modern mesti dipahami sebagai bentuk upaya ijtihadiyah yang bersifat zhanni, yang tentunya sejajar dengan ijtihad-ijtihad ulama terdahulu dalam menentukan arah kiblat

. Dikatakan H.Suhardi , masih banyak masyarakat yang tidak memahami arah kiblat dan penentuan arah kiblat suatu bangunan rumah ibadah. Hal ini, karena mereka masih mengandalkan pekerja bangunan (tukang). Akibatnya, patokan arah kiblat masih mengarah ke barat, tidak memahami berapa derajat sebenarnya dari arah utara atau.

Dengan kata lain, masih sekitar lima puluh persen kesalahan persis kearah barat. Kegiatan ini dirasa penting, karena hampir semua masjid di Kabupaten Sumbawa belum tersertifikasi pemutahiran kalibrasi arah kiblat dan belum ada kemandirian serta kemampuan dari takmir masjid untuk menentukan waktu shalat yang harus disesuaikan dengan wilayah masing-masing,__(joko).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru