"Odoa" Sistem Filterisasi Santri Islami

KM. Masbagik. Dewasa ini kita telah menyaksikan bersama keadaan mental dan psikis sebagian besar orang telah mengalami banyak sekali penyimpangan. Mulai dari orang dewasa bahkan kini telah merambak kepada anak-anak yang masih kecil. Mereka semua telah secara terang-terangan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan adat sekitarnya. Pengaruh era globalisasi dan komunikasi yang tidak terbatas dan kurangnya filterisasi membuat semua itu bisa berubah dengan cepat hingga ke pelosok desa sekalipun.

Salah satu cara yang diharapkan bisa ampuh menangkal ganasnya perubahan moral ini yaitu dengan kembali lagi menguatkan jiwa anak-anak dengan pendidikan moral yang berlandaskan dengan Al-Qur’an. Dengan mempelajari Al-Qur’an dengan lebih intensif penulis yakin akan merubah secara berangsur-angsur adab dan tingkah lakunya. Seperti halnya dengan batu yang selalu dijatuhi dengan tetesan-tetesan air maka lambat laun batu itu akan berlubang juga.

Di Mushalla Al-Munawwarah Karang Gading, penulis berinisiatif melakukan pembelajaran Al-Qur’an dengan system yang dinamakan dengan “ODOA”. “ODOA” itu merupakan salah satu cara yang dikembangkan oleh Ustadz Yusuf Mansyur dalam giat pembelajarannya dengan model “One Day One Ayat”. Artinya para santri akan menghafalkan satu ayat pada satu hari. Nantinya pada sebelum pembacaan Al-Qur’an disimak oleh para pengasuh terlebih dahulu santriwan-santriwati terlebih dahulu menyetorkan hafalannya untuk hari itu. Program “ODOA” ini sudah dimulai sejak malam senin yang baru lalu mulai dari Surah Al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan Surah Al-Baqarah dan insyalLah akan tetap terus dilaksanakan hingga para santriwan/santriwati melanjutkan pelajaran agamanya di jenjang yang lebih tinggi. Selain penerapan “ODOA” dilakukan pula penghafalan ayat-ayat pendek pada malam Sabtu yang dimulai dari Surah An-Nas dan hingga kini santriwan/santriwati telah memasuki Surah Al-Bayyinah.

Semoga dengan kegiatan ini penulis mengharapkan dengan system ODOA ini bisa membentengi diri pribadi pada umumnya dan santriwan-santriwati pada khususnya untuk terus mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Semoga ini bisa diikuti oleh para generasi yang lainnya karena sangat besar manfaat yang akan kita peroleh kelak di dunia dan akhirat. Salam toes dari kampong.

By_Andre D’Jails

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru