Isra Mi'Raj Di Mushola Al-islah


Tidak seperti di tempat lain, perayaan isra dan Mi’Raj Nabi Muhammad SAW selalu di laksanakan pada pada tanggal 27 Rajab 1439 H atau 13 April 2018 M tepatnya hari jumat (malam Sabtu), namun di Musolla Al Islah Pondok Indah Pagutan Barat Kota Mataram, perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan pada hari sabtu (malam Minggu) tanggal 14 April 2018.

Perbedaan jadwal peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini kata pengurus Musholla Al Islah, H.Mutadi Khairi, dikhawatirkan jika pelaksanaan bersamaan dengan masjid–masjid lain, kemungkinan besar jama'ah dari musholla Al-Islah banyak yang akan berhalangan hadir mengingat perayaan di Isra mi’raj di Musholla Al islah lingkupnya kecil.

“Alhamdulillah peringatan Isra Mi’raj malam ini cukup meriah dan banyak dari jamaah yang hadir dan kita telah mengundang penceramah dari
Meniting Lombok Barat Ust .H.Mustakhiq, namun sampai pukul 20.30 belum juga datang kemungkinan beliaunya berhalangan. Dari pada terlalu lama menunggu dan jamaah sudah banyak yang hadir, takutnya akan pulang sebelum dimulai padahal diundangannya kita mulai bakda sholat isya pukul 20.00 wita, mau tidak mau harus ganti penceramah dan kita mulai pukul 21.00 wita, tidak ada rotan akar pun jadi. Tidak hadirnya penceramah Ust H.Mustakhiq terpaksa diganti oleh salah satu jamah kita yakni Mahfud salah seorang guru agama.” Kata H.Teddy (sapaan akrabnya).

Sementara itu, Mahfud dalam ceramahnya menceritakan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW hanya dalam satu malam menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT, dari masjidil Haram menuju Masjidil Aqso hingga ke sidratul Muntaha. Perintah sholat yang diterima dari 50 waktu menjadi 5 waktu sholat.

Kata Mahfud, peristiwa perjalanan Nabi yang diberangkatkan oleh Allah SWT ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat ini sudah tertulis dalam Al Quran yakni Surat Al Israa’ ayat 1.


“Coba ibu-ibu Bapak bapak jamaah bayangkan, sekiranya Nabi kita mau menerima perintah sholat sebanyak 50 waktu, bagaimana akan repotnya kita sebagai umat Nabi Muahmmad. Jika dalam sehari 50 waktu sholat mungkin kita tidak akan kuat, ini saja yang 5 waktu masih saja kita lalai dan tidak tepat waktu dalam melaksanakan sholat”. Kata Mahfud sambil sedikit bercanda agar jamaah yang hadir tidak mengantuk dalam menyimak ceramahnya.

Dalam ceramahnya, Mahfud juga menyinggung kondisi saat ini, banyak anak-anak yang lupa dengan waktu sholat akibat pergaulan terutama ketika bermain dengan handphone. Untuk itu kepada orangtua khususnya para jamaah yang hadir sangat berterima kasih karna para orang tua selalu mengingatkan anak-anaknya untuk ingat dengan datangnya waktu sholat, terutama dalam melaksankan sholat berjamaah.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru