Dari Kampung Krupuk Hingga Kampung Sate

Yayasan Babussalam provinsi NTB menggelar SafariRamadan putaran ketiganya di Masjid Darussalam, Dusun Karang Langu, Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa malam (22/5/2018). Tim Safari Ramadan kali beranggotakan 10 orang ditambah seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Islamiyah (STITI) NTB yang berpusat di Dusun Karang Langu, Desa Persiapan Kr. Kedaton, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

            Tim Safari Ramadan Yayasan Babussalam NTB berangkat dari kampung Seganteng, Cakranegara, Mataram yang dikenal sebagai kampung krupuk kulit menjelajah ke seluruh pelosok kampung se Pulau Lombok. Kahadiran tim safari Ramadan di Karang Langu, Tanjung yang dikenal sebagai kampung sate pusut ikan laut ini disambut antusis masyarakat yang cukup tinggi. Buktinya selepas menunaikan sholat tarawih berjamaah, jamaah setempat tumpah ruah hingga ke pelataran masjid.

            Dibandingkan dengan dengan pelaksanaan safari ramadan sebelumnya, Safari Ramadan  di Masjid Darussalam Karang Langu ini tumpah ruah cukup banyak. Antusias jamaah di Karang Langu ini membuktikan betapa syiar ramadan disamping bertujuan untuk mempererat hubungan silaturrahmijuga mempererat dan memperkuat hubungan ukuwah islamiyah yang semakin baik.  

            Safari Ramadhan Yayasan-Ponpes dipimpin Ketua Yayayasan sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Tarbiyah Islamiyah NTB, Dr. H. Lemen Arjiman, MT, M.Pd, para pengurus dan para staf pengajar pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Lombok Utara.

            Dalam pengantarnya Lemen Arjiman menyatakan,  Safari Ramadhan yang dilakukan Yayasan Babussalam dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah NTB ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahmi dengan seluruh masyarakat yang ada di Montong Alung khususnya dan Aik Bukak pada umumnya. Lemen meyakinkan jamaah setempat, jika dengan silaturrahmi akan banyak manfaat yang didapatkan oleh setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakart.

Manfaat tersebut diantaranya menurut pria yang sehari-harinya berdinas di PU Lombok Barat ini, akan dipanjangkan umurnya, dimurahkan rezkinya dan memperkuat tali ukuwah islamiyah diantara sesama ummat Islam. “Karena itu saya menghimbau masyarakat untuk memperbanyak silaturrahmi, karena akan memberikan keuntungan yang besar,” tandasnya.

            Terkait dengan keberadaan Ponpes Babussalam, ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat 32 titik pengembangan pendidikan, sosial dan dakwah se-Pulau Lombok yang sudah, akan dan tengah dikembangkan. Pola pengembangan pendidikan di Ponpes Babussalam yang manaungi sejumlah strata pendidikan tersebut berbeda dengan Ponpes atau lembaga pendidikan negeri dan swsta lainnya. “Di lembaga pendidikan kami gratiskan biaya pendidikan. Ini sebagai salah satu strategi kami bagaimana memotivasi warga masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan agar menjadi manusia yang berilmu, bermartabat dan berahlaqul-Qarimah,” kata pria berbasis keilmuan teknik ini.

            Pola pendidikan gratis dijadikannnya tren tersendiri bagi warga tidak berkemampuan yang disekolahkan di Ponpes ini memang benar-benar dilakukan. Hal ini terbukti dengan diberikannya pakaian seragam cuma-cuma dan perlengkapan sekolah lainnya termasuk alat-alat praga lainnya untuk praktik. “Bahkan siswanya kita kasi uang pendidikan dan beasiswa bagi siswa yang berprestasi,” jelas Lemen.

            Ia menambahkan, Lembaga pendidikan di Ponpes Babussalam NTB ini disiapkan dari tingkat RA/TK, PAUD, MI, M.Ts, MA/SLTA/SMK hingga Perguruan Tinggi. Ia menyebut kebanggaannya, jika siswa-siswinya di SMK Teknik yang ada di Lombok Utara meski belum menamatkan pendidikannya siswanya sudah bisa menghasilkan uang. Dimana sejumlah perusahaan ataupun masyarakat lainnya membutuhkan keahlian siswa dalam teknik disain menggambar bangunan, baik masjid, sekolah ataupun kantor sedari awal sudah diminta.

Sementara itu di tingkat Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Gondang, Lombok Utara membuka jurusan manajmen pendidikan dan jurusan kependidikan lainnya. Diharapkan dengan jurusan yang dibuka ini ke depannya bisa mencetak tenaga-tenaga kependidikan yang cakap, kreatif dan berdayasaing dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

             “Kalau di PerguruanTinggi kita hanya pungut SPP Rp. 100 ribu per-bulannya. Jadi satu semester hanya Rp. 600 ribu saja. Termurah diantara yang lainnya,” demikian Lemen.

Pada Ponpes yang dikelolanya selama ini, kata Lemen, pihaknya juga memperkuat basis keilmuan agama, pengajaran tilawah, qiraah, memperdalam kitab agar nantinya para alumni tidaksaja cerdas secara intlektual namun juga cerdas secara spiritual. “Agar mereka terjun ditengah-tengah masyarakat mereka bisa memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan,” harap Lemen, seraya menghimbau kepada masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak-anak didiknya di Ponpes Babussalam.

            Pada kesempatan itu tausyiah ramadan disampaikan Ustaz Budi Mansyur, S.Ag, M.Ag menekankan pentingnya silaturrahmi di bulan Ramadhan. Mengisi ramadhan ini dengan memperbanyak zikir, berdoa dan istigfar dan melakukan gerakan amaliah sunnah lainnya.

“Sesungguhnya kesuksesan seseorang itu ditentukan oleh 4 faktor. Diantaranya angkat tangan, maksudnya bermohon bermunajat pada Allh SWT dengan cara angkat tangan artinya berdoa, jabat tangan dengan rajin bersilaturrahmi, campur tangan artinya rajin berusaha/berikhtiar dan terakhir garis tangan. Yang satu ini soal nasib karena pada muaranya Allohlah yang menetukan segala-galanya,” jelasnya.

            Tim pada setiap safarinya menyerahkan bantuan kitab Al-Quran bagi masjid yang dikunjungi. “Saya berharap agar Al-quran ini rajin dibaca tidak hanya sekedar sebagai pajangan saja, namun terpenting dari semua itu adalah rajin disuarakan dan tentunya diamalkan kandungan yang ada di dalamnya,” harap Lemen. (wardi)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru