FUI Bima Membantah Pernyataannya Pura Sebagai Tempat Najis

Kota Bima, KM_Berkaitan dengan pemberitaan media online independesi.com tertanggal Senin (12/02/2018) dengan mengangkat judul “ Forum Umat Islam Bima Sebut Pura Sebagai Tempat Najis,” rombongan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB melakukan kunjungan kerja di Bima. Kunjungan tersebut dalam rangka bersilaturrahim serta meminta klarifikasi terkait pemberitaan media online yang bernada provokatif tersebut.

Rombongan Kanwil Kemenag Prov. NTB yang dipimpin langsung oleh Kepala KAnwil Kemenag prov. NTB (H. Nasruddin, S.Sos, M.Pdi), Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. NTB, Ketua FKUB Prov. NTB, serta Kabid Hindu Kanwil Kemenag Prov. NTB. Setibanya di Bima. Rombongan Kepala Kanwil Prov. NTB langsung menemui dan melakukan dialog dengan Bupati Bima, Indah Damayanti Putri di ruang kerja Bupati Bima.

“Kami bertemu dengan Bupati Bima untuk membicarakan permasalahan pembangunan Pura di Tambora tersebut. Pada intinya bahwa pembangunan Pura di Tambora itu tidak ada masalah,” jelas Nasruddin.

Usai bertemu dengan Bupati Bima, rombongan Kepala Kanwil Prov. NTB menggelar rapat tertutup dan terbatas dengan tokoh umat beragama di Bima membicarakan kondusifitas terkait dengan pembangunan sarana ibadah seluruh umat beragama di Kabupaten Bima. Hal ini berkaitan dengan permintaan Menteri Agama yang mempertanyakan tentang pembangunan Pura Jagad Agung di Tambora. Pembangunan Pura tersebut harus disikapi secara bersama sesuai aturan yang berlaku.

Berkaitan dengan pemberitaan sebuah media online, kami datang untuk mengklarifikasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bima.  Pemberitaan media itu tidak pas dan harus diluruskan. Sehingga persoalan menjadi jelas dan tidak menimbulkan asumsi yang dapat memecah belah umat beragama di Kab. Bima. Apalagi Bupati Bima menyatakan bahwa pemerintah memiliki tugas untuk melayani masyarakat sesuai dengan keyakinan masing-masing. Bupati Bima mengakui begitu baiknya hubungan koordinasi antara Kemenag dengan Pemerintah Daerah. Makanya tentunya Kemenag harus memberikan harmonisasi kepada seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Bima”, Jelas Nasruddin dalam sambutannya.

Dalam rapat tersebut, Kepala Kanwil Prov. NTB meminta penjelasan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima, Ustadz Asikin, terkait pernyataannya yang dimuat media online Independesi.com tertanggal Senin (12/02/2018). Ustadz Asikin menjelaskan, rapat ini adalah pertemuan ketiga kalinya dalam rangka klarifikasi terkait pemberitaan media online Independensi.com. Pertemuan pertama diprakarsai  FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bima pada tanggal 02 Maret 2018. Dalam pertemuan ini semua tokoh agama dan tokoh masyarakat menyepakati bahwa pemberitaan media online tersebut tidak benar dan tidak sesuai sebagaimana yang disampaikan olehnya dihadapan SKPD Kabupaten Bima.  

Pertemuan kedua di Kantor Kemenag Kabupaten Bima sekitar bulan Maret 2018. Ketua FUI Bima pun sudah meluruskan.

Sekali lagi saya luruskan bahwa pemberitaan itu keluar dari apa yang saya sampaikan pada saat pertemuan dengan SKPD Kabupaten Bima di ruang kerja Bupati Bima,” tegas Asikin.       

Asikin lebih jauh memaparkan, Bima adalah daerah yang sangat toleran. Umat Islam sangat toleran terhadap umat lain. Keberagamaan umat beragama di NTB sudah bagus, toleransi antar umat beragama pun sudah terjaga. FUI Bima hanya meminta satu hal yakni laksanakan aturan yang ada terkait pembangunan sarana ibadah.

Tentang kalimat yang dikutip oleh salah satu media online yakni Independensi.com, yakni pura sebagai tempat najis. Saya sampaikan bahwa itu bukan pendapat dan pikiran saya pribadi. Akan tetapi, saya mengutip ayat dalam al Qur’an Surat At Taubah ayat 28 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. ………” Saya sampaikan ayat tersebut sebagai peringatan (Tazkiroh) kepada sesama muslim. Sebelum saya sampaikan ayat tersebut, saya meminta maaf terlebih dahulu kepada non muslim yang hadir saat itu. Saya mengucapkan maaf hingga dua kali. Mohon maaf kepada umat non muslim. Saya sampaikan ayat ini khusus kepada saudara-saudara kami yang muslim yang memimpin daerah dimana kami tinggal. Saya langsung menyampaikan permohonan maaf kepada tokoh lintas agama yang hadir pada pertemuan di FKUB Kota Bima”, urai Asikin panjang lebar.  

Rapat tertutup dan terbatas di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kab. Bima pada Ahad, 01/07/2018, diikuti oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. NTB, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bima, Ketua FKUB Prov. NTB, Kabid Hindu Kanwil Kemenag Prov. NTB, Ketua MUI Kab. Bima, Kepala Kesbangpolinmas Kab. Bima, Ketua FUI Bima, Ketua Brigade Masjid, Ketua FKUB Kota Bima, Ketua FKUB kab. Bima, Wakil Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kota Bima, dan tokoh Islam Bima. Semua peserta rapat memberikan pandangannya masing-masing.  

Rapat tertutup dan terbatas tersebut diakhiri dengan penanda tanganan naskah bersama semua elemen yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Saat ditemui usai rapat untuk mempertegas hasil rapat, media ini meminta konfirmasi Kepala Kanwil Prov. NTB. “Apa yang ada pada pemberitaan di media online tersebut sama sekali tidak benar. Semua sudah diklarifikasi oleh Ketua FUI Bima”. tegas Nasruddin.     

Menyikapi persoalan yang terjadi, Asikin mempertanyakan bagaimana profesionalitas awak media online Independensi.com. Asikin berharap awak media jangan memplintir sebuah berita, sampaikan berita dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah.  (NR)

Keterangan foto: Ustadz Asikin (kiri) dan H. Nasruddin (kanan)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru