Pergi Umroh , Pahami Rukun Dan Niat Nya


Bandara M. Kaharuddin Sumbawa

Sumbawa Besar_PT Arminareka Perdana Biro Perjalanan Umroh dan Haji Plus dari Gerakan Umroh Sumbawa dengan Leader HJ. FITRI A.LATIF (Asean Dewi) tanggal 6-14 Desember 2018 serta Ketua Rombongan dipercayakan kepada H.A. Latif Wilayah Kecamatan Lape memberangkatkan Jamaah Umrah sebanyak 69 orang ,melalui Bandara Sultan M.Kaharuddin Sumbawa menuju Mataram dan menginap 1 malam di Mataram dan Besuk diterbangkan menuju Jakarta dan akan bergabung dengan jamaah dari Provinsi lain,6/12/2018.


Ketua Perwakilan/Leader : Hj. Fiti A.Latif dan Ketua Rombongan H.A.Latif

Gerakan Umroh dengan Leader Hj. Fitri Latif ini yang kedua kalinya memberangkatkan Jamaah Umroh pada tahun 2017 lalu Alhamdulillah sukses dan lancar , pada hari ini Rabu 6 Desember 2018 Kondisi Bandara Sultan M.Kaharuddin Sumbawa dipadat oleh para sanak keluarga yang menghantarkan jamaah Umroh menuju bandara, sangat antusias masyarakat Sumbawa berbondong bondong turut memberikan semangat ucapan selamat dan agar perjalanan selamat sampai tujuan dan kembali ke Tanah air dengan selamat pula, itulah kata kata yang terlontar dari masing masing para penghantar.

Umroh adalah mengunjungi Ka'bah (biatullah) untuk melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah ( thawaf, sa'i, tahallul ) dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur'an maupun sunnah Rasulillah SAW. Hukum melaksanakan umroh sendiri adalah sunnah bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara materi maupun non materi. Umroh sendiri dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Zulhijjah dan hari tasrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksankan umroh adalah wajib atau fardu bagi orang yang belum melaksankan sementara dia mampu untuk melaksanakannya.

Namun demiakian ada pula sebagain ulama yang mengatakan bahwa ibadah umroh itu hukummnya sunnah mu'akkad. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim mengatakan bahwa melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilainya sama dengan melaksanakan ibadah haji,Syarat, Rukun dan wajib umroh Syarat Umroh :Beragama Islam,Baligh,Berakal sehat,Merdeka ( Bukan budak ),Mampu sementara rukun umroh Niat ihram dari Miqot,Tawaf,Sa'I,Tahallul ( gunting rambut ),Tertib Niat ihram umroh di Miqot ,Meninggalkan larangan selama ihram,Tahapan atau urutan Kegiatan umroh,Berangkat menuju Miqot,andi kemudian berpakain ihram di Miqot ( boleh juga dilakukan di pemondokkan sebelum berangkat miqot )

Berpakain ihram sambil sholat sunnah ihram 2 rakaat, dianjurkan dalam sholat sunnah ihram (setelah membaca al-fatihah ) membaca surat al-kafirun pada rakaat pertama dan membaca surah al-Ikhlas pada rakaat kedua.  Melafalzkan niat umroh minimal membaca " labbaikallahu umrotan  atau yang lengkap membaca  nawaitul 'umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta'aalaa ,

 Selanjutnya seluruh jamaah menuju Mekkah dengan menempuh perjalanan sejauh 450 KM dengan berpakain ihrom sambil membaca talbiah sebanyak-banyaknya sepanjang perjalanan sampai masuk ke kota Mekkah , Sampai di pemondokkan menata barang bawaan dan jamaah tetap dengan berpakaian ihram , Selanjutnya menuju Masjidil haram dengan tetap berpakaian ihram dan diusahakn masuk Masjidil harom melalui pintu Baabussalam.  Melihat ka'bah dan melintas makam nabi Ibrahim sambil berdo'a, kemudian langsung menuju rukun Hajar Aswad. Melakukan thawaf / mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali  Melakukan thawaf, yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali balikkan  Setelah selesai melakukan sa'i yang berakhir di bukit Marwa, melakukan Tahallul / menggunting rambut minimal 3 helai rambut

Setelah itu selesailah kegiatan umroh, dan jamaah dihalalkan / dibebaskan dari larangan selama melakukan ihram, boleh melepas pakaian ihram dan berganti dengan pakaian biasa. Larangan selama melaksankan ihrom umroh , Tidak boleh mencabut dan memotong rambut, menggaruk sampai kulit terkelupas, memotong kuku , Tidak boleh memakai wangi-wangian / parfum , Tidak boleh bertengkar, Tidak boleh melakukan hubungan suami istri , Tidak boleh bermesraan , Tidak boleh berkata kotor, perkataan yang tidak baik, bicara porno, jorok,Tidak boleh menikah atau menikahkan , Tidak boleh membunuh bintang, kecuali yang mengancam jiwa ,Tidak boleh memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganngu kehidupan makhluk di dunia ini , Tidak boleh berhias atau berdandan , Pria tidak boleh memakai penutup kepala, pakaian yang berjahit, memakai alas kaki yang menutup mata kaki , Wanita tidak boleh menutup wajah dan memakai sarung tangan yang dapat menutup telapak tangan.

Insya Allah urutan uraian pengertian umroh diatas akan diperhatikan oleh semua jamaah umroh melalui Travel Aminareka Perdana semoga dengan memperhatikan sayat, rukun dan lain lainnya menjadikan ibadah jamaah semakin khusus dan bermakna sehingga mereka kembali ke tanah air membawa umroh yang mabrur dan maqbul .

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru