Ketua STAHN Gde Puja Mataram Buka Diklat Revolusi Mental

Ketua STAHN Gde Puja Mataram Buka
 Diklat Revolusi Mental

KampungMedia Denpasar -. Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri ( STAHN ) Gde Puja Mataram Dr.I Nyoman Wijana ,S.Sos,M.Si,M.Ed membuka kegiatan Diklat Revolusi Mental pada hari senin, 22 April 2019 di lingkungan kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali, NTB dan NTB di Balai Diklat Keagamaan Denpasar kampus 2 yang di didampingi ketua Panitia I Made Agus Winarta serta widyaiswara Balai Diklat. Kegiatan diklat revolusi mental ini akan berlangsung selama 6 ( enam ) hari mulai tanggal 22 s.d 27 april 2019 dengan  mengambil tema “ Diklat Revolusi Mental Bagi Pegawai ASN Dalam Membangun Budaya kerja Pelayanan “ dan terbagi menjadi 2 ( dua ) angkatan yaitu angkatan V dan VI.

Yang menjadi peserta kegiatan diklat ini para ASN  dengan jumlah 60 orang yang berasal dari 3 ( tiga ) provinsi diantaranya  provinsi Bali dengan jumlah peserta 24 orang propinsi NTB 24 orang serta dari propinsi NTT dengan jumlah 12 orang. I Made Agus Winarta atas nama panitia dalam sambutannya mengungkapkan bahwa semua pegawai mempunyai kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam pengembangan.

“ Bahwa semua pegawai mempunyai kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam pengembangan kompetensi sesuai standar jabatan yang dipersyaratkan. Kompetensi jabatan yang diperlukan meliputi kompetensi teknis, kompetensi Manajerial dan kompetensi sosio cultural “ ungkap Agus

Lebih jauh Agus mengungkapkan bahwa pelaksanaan Diklat terdapat tiga unsur pokok yang saling mendukung yaitu peserta, fasilitator/widyaiswara dan panitia pelaksana. Selama pelaksanaan kegiatan diklat ketiga unsur tersebut  diharapkan mampu bekerjasama secara terkoordinasi dalam melakukan tugasnya masing – masing.

Seperti yang disampaikan Agus, tujuan pelaksanaan Diklat Revolusi Mental ini untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap pegawai dalam melaksanakan tugas jabatan secara professional yang dilandasi kepribadian dan kode etik pegawai sesuai dengan kebutuhan Kementerian Agama serta mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ditempat yang sama I Nyoman Wijana selaku Ketua STAHN Gde Puja Mataram dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Revolusi Mental diawali dengan munculnya Revolusi Manajemen

“ Negara – Negara maju menerapkan revolusi bidang pelayanan dimulai sejak revolusi manajemen yang dikenal dengan scientific management yang orientasinya pada pekerjaan, tugas dan hasil  dimana manusia dianggap sebagai mesin untuk keuntungan semata – mata. Dan beberapa hal di adopsi ke instansi pemerintah dan beberapa dekade kemudian ternyata tidak cukup efektif untuk meningkatkan pelayanan. Kemudian muncul gerakan pendekatan kemanusian dimana kepentingan individu didalam organisasi sangat diperhatikan guna meningkatkan pelayanan organisasi. Negara – Negara maju sangat memperhatikan kepentingan anggota organisasi seperti kepentingan untuk libur, rekreasi, kesehatan anak, Kepentingan – kepentingan individu itu akan menjadi kepentingan organisasi. Beberapa dekate kemudian kepentingan manusia selalu berubah sehingga beberapa organisasi dan instansi pelayanannya menurun. Pada akhirnya dilakukan pendekatan yang komprehensif secara menyeluruh yaitu pendekatan manajemen system dan secara teoritis yang pertama yang harus diubah adalah mindset yaitu merubah cara berpikir manusia sebelum mengubah budaya kerja “ ungkap I Nyoman Wijana

Lebih jauh I Nyoman Wijana memberikan gambaran perbandingan bagaimana pelayanan antara institusi pemerintah dengan pelayanan yang ada di institusi swasta seperti perbankan yang telah mampu membangun budaya kerja baik.

Usai memberikan sambutan I Nyoman Wijana di dampingi ketua panitia serta widyaiswara membuka kegiatan diklat dengan di tandai dengan pemukulan gong serta penyematan tanda peserta.(N3G)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru