Mengisi Malam Nisfu Sya’Ban Dengan Wura Bola

Kim oi Talaga, Setiap tahun menjelang Nisfu sya, ban kebiasaan masyarakat Bima lebih khusus kelurahan Ntobo pada umumnya adalah melaksanakan do, a wura bola yang di rangkai dengan adat dan budaya khas kelurahan Ntobo. 

Do, a pada malam Nisfu Sya' ban atau do, a wura bola di rangkai dengan membaca surat yasin, zikir, sholawat serta bacaan surat nisfu sya'ban. Selanjutnya ada beberapa persyaratan yang di penuhi oleh masyarakat yang mengadakan Do, a Wura Bola yaitu, menghidangkan oha santa mina (Nasi santan berminyak)  serta 44 buah pisang yang tentunya memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Ntobo. 

Oha santa mina (nasi santan berminyak) tidak sembarang orang yang boleh memasaknya tetapi yang pasti adalah perempuan, biasanya perempuan yang sudah berusia paruh baya atau lebih. Terdapat nasehat orang tua bahwa perempuan yang menyiapkan oha santa mina tidak boleh dalam keadaan haid, makanya yang di utamakan adalah perempuan paruh baya. 

Menurut Bapak Amirudin (tokoh agama)kelurahan Ntobo bahwa"Do, a wura bola biasanya hanya di laksanakan pada malam Nisfu Sya'ban dengan berbagai rangkaian kegiatan zikir dan do, a selain itu harus menyediakan oha santa mina (Nasi santan berminyak)  dan 44 buah pisang sebagai persyaratan yang wajib di penuhi oleh masyarakat yang mengadakan do, a wura bola. Tuturnya

Oha santa mina (nasi santan berminyak)  dan 44 buah pisang tersebut kemudian di serahkan kepada guru do, a (yang memimpin do, a)  kemudian guru do, a biasanya membagikan sebagian oha santa mina dan sebagian buah pisang kepada keluarga dan masyarakat miskin agar mereka dapat menikmati sedekah serta bersama-sama mendo, akan yang memiliki hajat tersebut.ARIFIN

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru