Jema’ah Haji NTB Tempati Sektor 6 Aziziah Makkah

Mataram, KM. Saat berada di Makkah, Jema’ah haji asal Provinsi NTB (LOP) akan menempati sektor khusus, yakni Sektor 6 Aziziah. Ini salah satu inovasi yang dimunculkan dalam layanan akomodasi di Makkah, penempatan jema’ah haji berdasarkan sistem zonasi.

Sistem zonasi merupakan penempatan jema’ah haji pada wilayah tertentu berbasis embarkasi di tanah air. Sistem zonasi hanya dilakukan untuk penempatan jema’ah di Makkah, sedangkan penempatan jema’ah di Madinah disesuaikan dengan jadwal kedatangan jema’ah.

H.M. Ali Fikri, S.Ag, MM, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Prov. NTB menjelaskan, jema’ah haji NTB tergabung dalam 11 kloter yang akan menempati Sektor 6 Aziziah. Ali Fikri ditetapkan oleh Kemenag pusat sebagai Ketua Sektor 6 Aziziah.

Jema’ah haji LOP akan dilayani oleh 90 orang petugas, dengan perincian 55 orang petugas kloter dan 35 orang petugas non kloter atau disebut dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.   

Penempatan jema’ah haji berdasarkan wilayah zonasi dilakukan dengan mekanisme qur’ah (Undian). Penempatan masing-masing embarkasi sebagai berikut: 1) Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG); 2) Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG); 3) Misfalah: Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS); 4) Jarwal: Embarkasi Solo (SOC); 5) Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB); 6) Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan Balikpapan (BPN); dan 7) Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP).  (NR)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru