MUI Bina 3 Remaja Pornoaksi Yang Viral Di Medsos

Kota Bima. Kampung Media. Beberapa saat lalu, masyarakat Bima sempat dihebohkan dengan ulah 3 remaja putri yang melakukan pornoaksi dengan berkata tak senonoh dan direkam dalam sebuah video. Parahnya lagi, video tersebut kemudian diunggah di media sosial dan menjadi viral. Hal ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, terlebih lagi masyarat Bima yang terkenal religius dan sangat menjunjung tinggi budaya Maja Labo Dahu (Maja: Rasa Malu; Labo: dan; Dahu: Rasa Takut).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima cepat mengambil sikap. Para pengurus MUI Kota Bima mengadakan pertemuan terkait hal ini. Selanjutnya, MUI Kota Bima melakukan pemanggilan terhadap 3 remaja putri pelaku pornoaksi bersama orang tuanya masing-masing untuk dimintai keterangan.

Pertemuan bertempat di Kantor MUI Kota Bima, Rabu, 21/08/2019. Dihadiri oleh Ketua MUI Kota Bima, Sekretaris MUI Kota Bima, dan para pengurus MUI Kota Bima. Juga turut dihadiri oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima.  

Ketua MUI Kota Bima, TGH. Abidin H. Idris, S.Pdi memberikan pernyataan. Untuk dimaklumi bersama bahwa ke-3 remaja putri pelaku pornoaksi yang sempat viral di medsos telah diproses dan dilakukan pembinaan di Kepolisian Kota Bima.

Ke-3 anak tersebut dibina oleh PPAI Polres Kota Bima, ditahan beberapa hari di sana. Kami juga melakukan pembinaan lagi ke-3 anak tersebut bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Kota Bima yang bertempat di Kantor MUI Kota Bima”, terang Ketua MUI.

Pada saat pembinaan di Kantor MUI Kota Bima, lanjutnya, para pelaku sudah menyatakan menyesali perbuatannya dan memohon maaf kepada MUI, Pemerintah, dan seluruh umat Islam di Kota Bima. Ke-3 pelaku juga memohon maaf kepada kedua orang tuanya sembari mencium kaki bapak dan ibunya.

Berdasarkan keputusan bersama antara MUI, Pemerintah kota Bima, dan LPA bahwasanya ke-3 remaja putri pelaku pornoaksi dititipkan untuk direhabilitasi dan dibina lebih lanjut. Saat ini ketiganya dibina sebagai santri di Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah Penatoi Kota Bima”, ujar Ketua MUI menutup keterangannya.   (NR)     

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru